Polsubsektor Kulisusu Utara Selesaikan Perselisihan Warga Lewat Problem Solving

Polsubsektor Kulisusu Utara Selesaikan Perselisihan Warga Lewat Problem Solving

Buton Utara - Personel Polsubsektor Kulisusu Utara, Polres Buton Utara, mengedepankan pendekatan humanis melalui kegiatan problem solving untuk memfasilitasi penyelesaian perselisihan antarwarga terkait dugaan pengancaman di Desa Wamboule, Kecamatan Kulisusu Utara, Kabupaten Buton Utara.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa (27/10/2026) di Mako Polsubsektor Kulisusu Utara, Desa Waode Buri, mulai pukul 14.20 Wita hingga 15.30 Wita.

IMG 20261027 WA0113

Dalam kegiatan ini, Brigpol Maslan, S.H., bersama Briptu La Ode Dermawan Putra Rezky mempertemukan kedua belah pihak untuk mencari penyelesaian secara kekeluargaan dengan tetap mengedepankan sikap profesional, dialog, dan pemeliharaan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Perselisihan tersebut bermula pada Senin malam (26/10/2026), ketika terjadi cekcok antara kedua pihak di Desa Wamboule. Berdasarkan keterangan pelapor, terlapor diduga menyampaikan ancaman akan kembali dengan membawa parang untuk membunuh pelapor. Terlapor kemudian kembali mendatangi rumah pelapor dengan membawa alat pengupas kelapa. Merasa terancam, pelapor selanjutnya melaporkan kejadian tersebut kepada personel Polsubsektor Kulisusu Utara.

Menindaklanjuti laporan itu, personel kepolisian memfasilitasi pertemuan kedua belah pihak yang dipimpin Kapolsubsektor Kulisusu Utara, Aiptu Basri, S.Sos. Dalam pertemuan tersebut, terlapor mengakui perbuatannya dan menyampaikan permohonan maaf kepada pelapor.

IMG 20261027 WA0111

Melalui proses mediasi, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan. Terlapor berjanji tidak mengulangi perbuatannya, sementara pelapor menyatakan menerima permohonan maaf tersebut. Keduanya juga menyepakati bahwa apabila perbuatan serupa kembali terjadi, penyelesaiannya dapat ditempuh sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Kapolsubsektor Kulisusu Utara, Aiptu Basri, S.Sos., mengatakan bahwa pendekatan humanis dan dialog menjadi bagian penting dalam upaya kepolisian membantu masyarakat menyelesaikan persoalan serta mencegah konflik berkelanjutan.

"Kami mengedepankan pendekatan humanis dan mengutamakan dialog dalam memfasilitasi penyelesaian permasalahan di tengah masyarakat. Melalui kegiatan problem solving ini, kami berharap kedua belah pihak dapat menyelesaikan persoalan dengan baik, saling memaafkan, serta tidak mengulangi perbuatan yang dapat mengganggu situasi kamtibmas," ujarnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, mencegah potensi konflik, serta menjaga hubungan sosial agar tetap harmonis. Kehadiran personel di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan solusi yang bijaksana dengan tetap memperhatikan ketentuan hukum yang berlaku.

Melalui kegiatan tersebut, Polres Buton Utara melalui jajaran Polsubsektor Kulisusu Utara terus menunjukkan komitmennya dalam mengedepankan pelayanan yang responsif, persuasif, dan humanis demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

BAGIKAN: